“Kota Kupang masih kerap mengalami keterbatasan stok darah, terlebih pada musim hujan seperti sekarang. Risiko penyakit, terutama demam berdarah, meningkat sehingga kebutuhan darah juga semakin tinggi,” ujar Hilarius.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu PMI dan rumah sakit dalam menjaga ketersediaan stok darah, sekaligus menjadi wujud empati insan pers terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat NTT.

Apresiasi terhadap aksi sosial ini juga datang dari Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, Yuven­sius Tukung. Ia menilai kegiatan donor darah yang digelar PWI NTT sangat bermanfaat, terutama di tengah tingginya kebutuhan darah di Kota Kupang.

Iklan

Menurut Yuven­sius, kehadiran PWI NTT tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah.

“Ini contoh baik bagaimana sebuah organisasi profesi hadir dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan kemanusiaan.

Melalui rangkaian kegiatan sosial ini, PWI NTT menegaskan bahwa peran pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir, bergerak, dan berbagi bersama masyarakat. Dari aksi bersih kota hingga donor darah, PWI NTT konsisten menempatkan nilai kemanusiaan sebagai ruh utama dalam setiap langkah pengabdiannya. (*/rnc)