Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Drainase yang dibangun oleh Pemkab Kupang dan pemerintah desa justru lebih tinggi dari bahu jalan dan halaman rumah warga. Akibatnya, air tidak bisa masuk ke drainase,” jelas Piter.
Ia menambahkan, setiap musim hujan rumah-rumah di pinggiran jalan harus terendam air bercampur lumpur dan sampah, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi warga.
Piter berharap Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Desa Penfui Timur dapat segera meninjau kondisi tersebut dan melakukan perbaikan infrastruktur drainase.
“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi ini, karena genangan air yang bercampur lumpur dan sampah sangat berpotensi menimbulkan penyakit,” pungkasnya. (rnc04)
