Jakarta, RakyatNTT.ID – Gelombang protes antipemerintah yang meluas di Iran memasuki fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini memicu respons keras dari otoritas dalam negeri sekaligus peringatan terbuka dari Amerika Serikat.

Di tengah pemadaman internet nasional dan laporan puluhan korban tewas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman baru kepada para pemimpin Iran, Jumat (9/1/2026).

Peringatan Trump muncul ketika video-video yang beredar di media sosial menunjukkan demonstrasi berlangsung di berbagai kota besar Iran. Untuk membendung arus informasi dan mengendalikan kerusuhan, otoritas Iran memutus akses internet secara nasional.

Kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan korban jiwa dalam hampir dua pekan terakhir. Televisi pemerintah Iran menyiarkan bentrokan jalanan dan aksi pembakaran, sementara kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sejumlah anggota kepolisian tewas dalam kerusuhan semalam.

Trump, yang pada musim panas lalu memerintahkan serangan udara terhadap Iran dan pekan lalu menyatakan dukungan terhadap demonstran, kembali mengeluarkan peringatan keras. “Sebaiknya kau jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.