Antony mengungkapkan, volume transaksi kripto di pasar rupiah Indodax sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp201,2 triliun, meningkat 51,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di kisaran Rp132,6 triliun.

Ia menambahkan, pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan minat investor domestik yang relatif konsisten sepanjang 2025.

“Peningkatan volume transaksi di pasar rupiah, khususnya di Indodax, menggambarkan bahwa investor dalam negeri masih aktif memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana mereka,” jelasnya.

Iklan

USDT, Bitcoin, dan Ethereum Dominasi Transaksi

Dari sisi aset yang diperdagangkan, USDT, Bitcoin, dan Ethereum masih menjadi kontributor utama dalam transaksi pasar rupiah sepanjang 2025. USDT menyumbang sekitar 22 persen dari total volume transaksi IDR Market, disusul Bitcoin sebesar 13 persen, dan Ethereum sekitar 7 persen.

Dominasi ketiga aset tersebut mencerminkan preferensi investor terhadap aset kripto berlikuiditas tinggi yang kerap dijadikan acuan pergerakan pasar.

Penguatan Regulasi Dorong Kepercayaan Investor

Lebih lanjut, Antony menilai penguatan kerangka regulasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap ekosistem aset kripto nasional.