Lonjakan Produksi di Tengah Tantangan Lahan Kering

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda menyebut capaian NTT menjadi istimewa karena ditopang oleh karakter wilayah yang didominasi lahan kering seluas 1,8 juta hektare, sementara lahan sawah hanya sekitar 309.000 hektare.

“Dengan arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur melalui Dasa Cita Melki–Johni, terutama Dari Ladang Menuju Pasar dan Ayo Bangun NTT, kami melakukan gerakan masif pengembangan padi sawah dan padi gogo sepanjang 2025,” kata Joaz.

Iklan

Dari gerakan masif yang dilakukan, lanjut Joaz, hasilnya terlihat nyata. Luas tambah tanam padi tahun 2025 mencapai 250.528 hektare atau 96,11 persen dari target, sementara luas panen meningkat 25,92 persen dibandingkan 2024. Produksi padi NTT bahkan tercatat meningkat hingga sekitar 35–40 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi secara nasional berdasarkan data prognosa BPS dan Kementerian Pertanian.

Dukungan Benih, Alsintan, hingga Brigade Pangan

Joaz mengaku, keberhasilan tersebut juga didorong oleh dukungan sarana produksi dan modernisasi pertanian. Sepanjang 2024–2025, NTT menerima 3.072 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari traktor roda dua dan roda empat, pompa air, rice transplanter, hingga combine harvester.