Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Diaspora Toraja yang ada di Nusa Tenggara Timur, pun tak ketinggalan berkomentar. Inilah celoteh mereka di grup WhatsApp Kerukunan Keluarga Toraja yang diakses RakyatNTT.ID, Rabu, 28 Januari 2026.
* Daud Mangesa’
(ketua Kerukunan Keluarga Toraja di Kupang-NTT/dosen)
“Belajar dari Suku Mandar yang sudah lepas menjadi satu DOB baru, yakni Sulawesi Barat, maka Toraja baiknya lepas dan bergabung dengan Luwu. Dengan hitung-hitungan, ke Luwu masih lebih dekat, dan pembangunan akan lebih cepat dan porsi pasti lebih kepada daerah-daerah yang selama ini masih terisolasi. Kemudian untuk akomodir SDM, pasti akan banyak tersebar di pemerintahan tingkat provinsi yang baru.
Pdt. Yonathan, M.Th.
(Pendeta Gereja Toraja Jemaat Kupang)
“Semoga masa lalu tidak terulang kembali. Sangat menguntungkan, mengingat jalan ke Seko selama ini kurang/sama sekali tidak diperhatikan. Umbainna ya opa ke dadi provinsi mi na dadi tu lalan. Tantu umbainna denmo anggota DPRD tingkat provinsi domai Seko lako te.”
Roy Pongsilurang
(Pemerhati Budaya Toraja)
“Tanggapan saya terhadap adanya keinginan Toraja untuk bergabung ke Provinsi Luwu Raya, secara pribadi setuju. Namun kalau boleh namanya bukan Provinsi Luwu Raya, tetapi barangkali provinsi Sulawesi apa lah, dsb. Karena kalau Provinsi Luwu Raya, maka kesannya seakan-akan kita ini mau mendompleng pada ketenaran Luwu Raya, yang mana konon kabarnya Luwu adala kerajaan tertua di Sulsel. Padahal, Toraja sendiri sudah punya nama di dunia internasional, khususnya di bidang pariwisata.”





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

