oleh: Robert Kadang

“Segel” pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih di-moratorium, belum dibuka. Tapi, eksesnya mulai terasa. Terutama pada daerah yang masuk DOB. Silang-pendapat dan pro-kontra, memenuhi berbagai platform media sosial. Setidaknya, itu yang terlihat di sejumlah media sosial (medsos) Sangtorayan, terkait wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Riaknya tidak saja bergejolak di “Bumi Sawerigading”, Tanah Luwu. Tapi getarannya juga berimbas kepada para pemangku kepentingan di “duo Toraja”. Tana Toraja dan Toraja Utara. Dinamikanya sungguh bergeliat. Bagus..! Setidaknya sebagai pembelajaran politik, guna menakar arah atau kiblat politik masyarakat Toraja dalam menentukan sikap. Bergabung ke Provinsi Luwu Raya, atau keluar dari “zona nyaman” Provinsi Sulawesi Selatan.

Iklan

Jangan abaikan pula, soal wacana DOB Provinsi Toraja Raya yang digulirkan sebagian kalangan. Bak pepatah: jauh panggang dari bara, tapi upaya itu terus digaungkan. Mungkin belum waktunya, tapi tetap Semangat..!

Terkait DOB Provinsi Luwu Raya, bila dipolling berdasar pada platform medsos dimana Sangtorayan sebagai member, mayoritas menghendaki “duo Toraja” bisa bergabung. Menurut mereka, lebih banyak untung ketimbang ruginya, jika “duo Toraja” benar-benar masuk Provinsi Luwu Raya. Perspektif mereka: jabatan politis bisa direngkuh. Infrastruktur akan lebih maju, dan peradaban yang masih punya pertalian histori, dapat dirajut kembali tanpa melihat masa lalu.