Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seluruh produk garam akan dipasarkan dengan merek “Uyelewun Lembata”, dalam berbagai kemasan untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri, sehingga identitas Lembata dapat dikenal luas secara nasional.
Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek industri garam ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja langsung di sektor produksi dan pabrik. Jika termasuk sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa konsumsi, total penyerapan tenaga kerja dapat mencapai 2.000 orang.
Investor memastikan bahwa sebagian besar kebutuhan tenaga kerja akan dipenuhi dari masyarakat lokal, sehingga diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.
Pengembangan Terintegrasi Garam, Perikanan, dan Air Minum
Selain industri garam, PT Prima Daya Lembata juga merencanakan pengembangan usaha terintegrasi di sektor perikanan dan produksi air minum. Produk-produk tersebut direncanakan dipasarkan ke luar daerah, termasuk Pulau Jawa yang menyerap sekitar 70 persen kebutuhan garam konsumsi nasional.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Lembata dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Tahap Awal Investasi Strategis
Survei lokasi di Desa Atu’walupang menjadi tahap awal dari rangkaian panjang perencanaan dan pengembangan industri garam skala besar di Lembata. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

