Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lembata, RakyatNTT.ID – Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tengah bersiap menapaki peran strategis sebagai sentra produksi garam konsumsi nasional.
Pemerintah daerah bersama investor merencanakan pengembangan industri garam skala besar di wilayah pesisir Kecamatan Buyasuri, dengan target produksi mencapai 500 ton per hari dari lahan awal seluas 5.000 hektare, yang berpotensi diperluas hingga 10.000 hektare.
Langkah awal pengembangan industri garam ini ditandai dengan survei lokasi lahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu (21/1/2026).
Kedatangan rombongan disambut masyarakat setempat dengan tarian adat sebagai simbol dukungan terhadap rencana investasi yang dinilai mampu mengubah wajah ekonomi daerah.
Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, serta dukungan penuh dari masyarakat.
“Pengembangan garam ini membutuhkan waktu yang panjang. Kita mulai dari 5.000 hektare dan ke depan bisa berkembang hingga 10.000 hektare. Ini peluang yang sangat menjanjikan bagi Lembata dan tidak boleh disia-siakan,” ujar Bupati Kanisius.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

