Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diminta mencermati sentimen global dan domestik secara lebih hati-hati. Fokus investor kini tertuju pada rilis inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pekan depan, serta pergerakan harga komoditas global yang masih menunjukkan tren kenaikan.

Pasar saat ini memperkirakan inflasi AS berada di kisaran 2,7 persen secara tahunan di akhir 2025, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya di atas 3 persen. Angka tersebut masih bersifat estimasi, mengingat Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tidak merilis data resmi selama periode government shutdown pada akhir 2025. (*/rnc)