Jakarta, RakyatNTT.ID Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan penguatan signifikan pada sesi terakhir, Selasa (13/1/2026). IHSG ditutup naik 63,58 poin atau 0,72 persen ke level 8.948.

Pada penutupan perdagangan, pergerakan saham cenderung berimbang. Tercatat 358 saham menguat, 349 saham melemah, dan 251 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp33,1 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 60,2 miliar saham.

Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja positif sejumlah indeks acuan. Indeks LQ45 naik 1,42 persen ke level 878, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1,56 persen ke 607, IDX30 melonjak 1,84 persen ke 448, sementara indeks MNC36 meningkat 1,19 persen ke level 352.

Secara sektoral, mayoritas indeks bergerak di zona hijau, dipimpin oleh sektor konsumer non siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, properti, industri, dan kesehatan. Adapun sektor yang masih tertekan dan berada di zona merah antara lain energi, konsumer siklikal, transportasi, dan teknologi.

Di jajaran saham penguat teratas (top gainers), PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) melonjak 34,62 persen ke harga Rp175, disusul PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIPB) yang naik 34,36 persen ke Rp262, serta PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menguat 34,31 persen ke Rp137.

Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top losers di antaranya PT Golden Flower Tbk (POLU) yang turun 14,98 persen ke Rp22.700, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) melemah 14,80 persen ke Rp8.350, serta PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) yang terkoreksi 14,66 persen ke level Rp99.

Penguatan IHSG mencerminkan sentimen positif investor di tengah dominasi sektor-sektor defensif, meski tekanan masih terlihat pada sejumlah sektor berbasis siklus dan teknologi. (*/rnc)