Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Tugas akademik, presentasi, hingga penulisan tugas akhir perlu dibiasakan menggunakan bahasa Inggris. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara substansi keilmuan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam berinteraksi dengan komunitas ilmiah internasional,” ujar Prof. Jefri.
Lebih dari Sekadar Kebijakan Administratif
Penerapan bahasa Inggris dalam seminar magister ini, lanjut Prof. Jefri, bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Undana dalam membangun ekosistem akademik berkelanjutan dan berorientasi global.
Hal ini terlihat dari suasana diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa dan tim penguji. Proses akademik berjalan lancar, menandakan bahwa hambatan bahasa mulai teratasi melalui pembiasaan yang konsisten.
Kehadiran Rektor sebagai penguji juga menjadi sinyal kuat dukungan institusi terhadap program studi yang berani mengambil langkah progresif dalam internasionalisasi pendidikan tinggi. Undana optimistis kebijakan ini akan meningkatkan reputasi akademik kampus sebagai universitas berkelas dunia yang tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dengan konsistensi penerapan kebijakan penggunaan bahasa Inggris, Undana menargetkan lahirnya lulusan yang adaptif terhadap dinamika global serta mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat internasional. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

