Prestasi gemilang ini menjadi catatan emas bagi duet kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T. dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, SP. Di bawah kepemimpinan keduanya, Kabupaten Sumba Barat Daya mampu melakukan lompatan signifikan dalam perluasan kepesertaan JKN, sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan tetap sejalan dengan peningkatan jumlah peserta.

Keberhasilan meraih kategori tertinggi UHC Award 2026 dinilai sebagai hasil nyata kerja kolaboratif lintas sektor. Penilaian tidak semata bertumpu pada persentase kepesertaan, tetapi juga pada efektivitas pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat benar-benar memperoleh manfaat layanan kesehatan tanpa hambatan finansial maupun birokrasi.

Sedikitnya terdapat tiga pilar utama yang menjadi kunci keberhasilan Sumba Barat Daya, yakni:

Iklan
  • Akselerasi Kepesertaan, melalui strategi jemput bola dalam pemutakhiran data kependudukan dan integrasi jaminan kesehatan daerah.
  • Sinergi Kelembagaan, dengan harmonisasi kerja yang solid antara Pemerintah Kabupaten, BPJS Kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) di seluruh wilayah SBD.
  • Responsivitas Layanan, melalui peningkatan mutu pelayanan di tingkat Puskesmas hingga RSUD yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Predikat Terbaik Utama ini sekaligus menempatkan Sumba Barat Daya sebagai role model bagi daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam implementasi jaminan sosial kesehatan. Dukungan aktif masyarakat dalam kepesertaan JKN menjadi elemen fundamental yang melengkapi keberhasilan kebijakan pemerintah daerah.