“Saya serahkan visi, misi, dan program kerja saya sebagai bukti keseriusan membangun Perumda Pasar. Dan ini juga bisa dipakai oleh pemimpin baru jika bukan saya yang terpilih. Kita profesional, ide kita silakan dipakai untuk kemajuan kota ini,” tegasnya.

Usung Konsep “Pasar Naik Kelas” dan Digitalisasi Retribusi

Sebagai pengurus Japnas NTT dan APINDO NTT, Stenly membawa visi besar “Pasar Naik Kelas” melalui manajemen modern yang menitikberatkan pada digitalisasi pelayanan.

Salah satu program unggulan yang ditawarkannya adalah digitalisasi retribusi pasar melalui aplikasi khusus yang menyediakan berbagai pilihan pembayaran.

Iklan

“Dengan layanan digital seperti E-Retribusi (QRIS & e-ticketing), pedagang punya identitas digital sehingga kita tahu siapa jual apa, di mana, dan berapa lama berkontrak. Pak Wali Kota bisa memantau pemasukan real time setiap hari,” jelasnya.

Ia optimistis penerapan sistem digital ini mampu mengurangi kebocoran pembayaran retribusi hingga 40 persen.

Soroti Kelayakan Lapak dan Kebersihan Pasar

Selain digitalisasi, Stenly juga menyoroti kebutuhan pembenahan fasilitas pasar, kelayakan lapak, dan peningkatan kenyamanan pengunjung. Ia menegaskan bahwa kebersihan pasar harus menjadi prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.