Jakarta, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan pada ajang GENTING Collaboration Summit 2025.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif Undana dalam mendukung program nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

GENTING Collaboration Summit merupakan forum kolaborasi yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Acara puncak kolaborasi nasional ini berlangsung di JS Luwansa Hotel, Jakarta, pada 10 Desember 2025.

Iklan

Dalam forum bergengsi tersebut, Undana dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan kategori Perguruan Tinggi, bersanding dengan lima universitas ternama lainnya. Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Undana sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan regional maupun nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dan diterima oleh Rektor Undana periode 2025–2029, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng. Turut hadir mendampingi beberapa perwakilan penting Undana, seperti Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, MP, Prof. Dr. Injte Picauly, S.Pi., M.Si., serta Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Yefry Cornianto Adoe, SE., MAP.

NTT Masih jadi Prioritas Penanganan Stunting

Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu wilayah prioritas pemerintah karena prevalensi stunting yang masih tinggi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di NTT mencapai 37%, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 19,8%.

Undana dinilai berhasil membangun model kolaborasi yang kuat dan efektif. Sinergi antara civitas akademika, pemerintah daerah, organisasi sosial, dan berbagai mitra pembangunan menjadi kunci keberhasilan Undana dalam membantu percepatan penurunan stunting di wilayah kepulauan tersebut.

Upaya Nyata Undana: KKN Tematik, Penelitian, dan Pengabdian

Beragam langkah strategis telah dilakukan Undana, termasuk mengintegrasikan program pencegahan stunting dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai daerah di NTT, terutama di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Selain itu, sosialisasi, pelatihan, pendampingan keluarga berisiko, serta edukasi gizi ibu dan anak juga menjadi bagian penting dari pengabdian akademisi Undana.

Undana juga aktif dalam penelitian inovatif dan kerja sama lintas perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Lembaga ini turut berperan sebagai anggota Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi (KAPT), yang berfokus pada pengembangan solusi praktis penanganan stunting.

Undana Berperan sebagai “Orang Tua Asuh” Akademis

Dalam sambutannya, Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Dr. H. Wihaji, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Undana yang dinilai berperan sebagai “orang tua asuh” akademis.

“Kontribusi perguruan tinggi sangat vital dalam mengedukasi 1,5 juta warga dan membantu asupan gizi 223 ribu warga negara Indonesia, yang rata-rata berada di pulau-pulau terpencil,” ujarnya.

Ia berharap sinergi percepatan pencegahan stunting terus diperkuat. “Unit terkecil negara adalah keluarga. Dengan mengentaskan stunting dari setiap keluarga, kita telah menyelamatkan satu generasi,” pungkasnya. (*/rnc)