“Kalau kita mau intervensi anggaran, klubnya harus jelas, orangnya ada, pelatihnya ada, tempat dan jadwal latihannya juga ada,” ujarnya.

Selain itu, PBVSI Kota Kupang didorong untuk memperbanyak penyelenggaraan event, seperti kejuaraan antar SMA dan antar komunitas, guna memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat regenerasi atlet muda.

Menutup sambutannya, Jeffry menyampaikan optimisme terhadap kebangkitan olahraga di Kota Kupang, khususnya cabang bola voli.

“Hari ini menjadi kebanggaan kita bersama karena Kota Kupang mulai bangkit kembali menghidupkan olahraga. Melalui olahraga, masyarakat hidup lebih sehat dan semakin kompak,” katanya.

Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian agenda olahraga Pemerintah Kota Kupang, setelah sebelumnya sukses menggelar Badminton Wali Kota Cup dan Kupang Night Run, sebagai upaya membangun budaya hidup sehat dan sportif.

Sementara itu, Ketua Panitia Hubertus Mani, S.E., menjelaskan bahwa Turnamen Voli Wali Kota Kupang Cup 2025 dirancang sebagai ajang olahraga prestasi yang mengedepankan nilai perjuangan, persatuan, pembentukan karakter, serta kebangkitan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

Turnamen yang memperebutkan Piala Wali Kota Kupang ini mengusung tema “Sportivitas, Integritas, dan Prestasi Menuju Kebangkitan Olahraga Kota Kupang.” Tema tersebut mencerminkan komitmen pembinaan atlet yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga karakter.