“Tujuan utamanya adalah memperluas penyebarluasan informasi publik yang inspiratif serta mendukung kampanye sosial seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan nilai-nilai kebangsaan melalui platform RRI,” ujarnya.

Dialog ini mendapat antusiasme besar. Didominasi pelajar SMP dan sebagian mahasiswa, acara yang disiarkan langsung RRI itu berlangsung interaktif—lebih dari sepuluh pelajar mengajukan pertanyaan seputar penyebab, risiko, hingga langkah pencegahan HIV/AIDS di era digital.

KPAD Kupang: 2.543 Kasus HIV/AIDS, Pelajar Ikut Terdampak

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Jems Bore, memaparkan data akumulatif HIV/AIDS yang mencapai 2.543 kasus, dengan 173 kasus baru hingga September 2025. Sebagian kasus menimpa pelajar dan remaja.

Iklan

“Ini fenomena gunung es. Banyak yang belum terdeteksi. Edukasi di sekolah dan masyarakat harus diperkuat,” tegasnya.

Jems menjelaskan penularan kini merambah ibu rumah tangga, diduga akibat perilaku berisiko dari pasangan. Kelompok lain yang rentan termasuk remaja, mahasiswa, migran, perempuan, hingga LSL.

Langkah penanggulangan yang dilakukan KPAD adalah edukasi dan sosialisasi rutin ke sekolah, kampus, hingga komunitas, tes dan konseling VCT mobile untuk memudahkan akses tes HIV, kolaborasi lintas sektor dengan sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan apparat dan pembentukan komunitas “Warga Peduli AIDS” di tiap kelurahan.