Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
American Heart Association merekomendasikan 150 menit olahraga aerobik intensitas sedang per minggu atau 75 menit intensitas tinggi. Namun, aktivitas fisik dalam bentuk apa pun tetap lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali.
2. Pola Makan Sehat Lebih Penting dari Suplemen
Berbagai metode seperti pembatasan kalori, puasa, diet ketogenik, hingga konsumsi suplemen sering diklaim dapat memperpanjang umur. Namun, banyak di antaranya belum terbukti aman dan efektif pada manusia.
Ahli gizi dari Universitas Montreal, Anne-Julie Tessier, menyarankan fokus pada makanan utuh yang tidak diproses, seperti biji-bijian utuh, buah, sayuran, dan protein tanpa lemak. Pola makan ini terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan harapan hidup.
Untuk menekan biaya, Tessier menyarankan konsumsi buah dan sayuran beku yang memiliki nilai gizi setara dengan bahan segar.
3. Tidur Berkualitas Sekitar Tujuh Jam
Tidur yang cukup dan berkualitas berkaitan erat dengan umur panjang. Menurut Dr. Brienne Miner dari Yale School of Medicine, sekitar tujuh jam tidur per malam adalah durasi ideal untuk menjaga keseimbangan hormon, kadar gula darah, dan fungsi otak.
Tidur terlalu sedikit atau terlalu lama justru meningkatkan risiko kematian dini. Miner juga mengingatkan bahwa pelacak tidur mahal dan tes canggih belum tentu efektif, bahkan dapat memicu kecemasan tidur.
