Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kesemuanya itu telah berkontribusi bagi terciptanya Pemerintahan yang gelisah. Pemerintahan yang tidak tenteram karena Pemerintah dan rakyatnya selalu merasa khawatir/ketar – ketir; tidak tenang dan tidak sabar lagi dalam mewujudkan harapan-harapan atau janji-janji dari Pemimpin/Pemerintah kepada yang dipimpin/diperintah/rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Untuk itu semua, kita hanya bisa menunggu. Menunggu Pemerintah daerah dan desa/kelurahan berkreasi untuk menciptakan pemerintahan yang amanah melalui inovasi-inovasi daerah yang produktif yaitu pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan publik yang prima, mensejahterakan dan memandirikan rakyatnya secara efisien dan efektif.
Menunggu pengusaha: apakah mereka berani mengembangkan usahanya di daerah-daerah. Menunggu rakyat: apakah mereka berani membelanjakan uangnya di tengah menurunnya daya beli dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Karena pada akhirnya, untuk membangun pemerintahan yang amanah dan tidak harus terus menerus gelisah, tidak ditentukan oleh Purbaya seorang.
Maju mundurnya pemerintahan ditentukan oleh kita semua melalui upaya- upaya kolobaratif, sistematis, gradual dan kontinyu. Ke depan kita sangat membutuhkan kemandirian daerah yang diselenggarakan secara kreatif, inovatif dan produktif agar tidak terus – menerus berada pada suasana kebhatinan yang gelisah dan mengarah pada frustasi pemerintahan, melalui berbagai hal seperti antara lain:
