Kupang, RakyatNTT.ID – Duka mendalam tengah menyelimuti Tanah Air dengan adanya bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana banjir dan tanah longsor selain menyebabkan kerusakan parah, juga merenggut korban jiwa.

Sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap musibah tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur turut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa setiap provinsi menerima masing-masing Rp500 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk gotong royong dalam fase tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

“Bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat dalam tanggap darurat banjir, longsor, dan dampak ikutannya. Pemerintah pusat juga telah turun, dan kami diminta untuk ikut menopang sesuai kemampuan daerah,” ujar Gubernur Melki, Kamis (4/12/2025) seraya mendoakan para korban bencana.

Gubernur menegaskan, dukungan NTT bukan simbol nominal, melainkan simbol kasih dan solidaritas Indonesia Timur. NTT, kata dia, dianjurkan mengirim bantuan berupa uang dan kebutuhan logistik, terutama bahan makanan sesuai kebutuhan pengungsi.

“Dukungan NTT mungkin kecil secara angka, tetapi besar secara makna. Kami berharap, bantuan kecil ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera. Dari hati dan kasih NTT untuk negeri,”

Menurut Melki Laka Lena, NTT tidak mengirim personel, karena kondisi lapangan masih sulit diakses dan belum memungkinkan. Jika situasi membaik, NTT akan mendorong pengiriman personel pendukung kebencanaan, termasuk via kolaborasi antar-daerah,” terangnya.

Gubernur juga mengajak kabupaten/kota di NTT yang memiliki kemampuan serupa untuk menyalurkan bantuan melalui

Rekening Penanggung Jawab Bencana Provinsi NTT atau langsung ke rekening dari tiga provinsi yang terdampak

“Kami buka jalur koordinasi bantuan melalui rekening pemprov atau rekening provinsi terdampak. Silakan pemda kabupaten/kota yang bisa mengulurkan tangan, ini momentum gotong-royong,” kata Melki.

NTT Siaga, Tim Respons Bencana Diaktifkan

Gubernur Melki juga meminta semua pihak di NTT tetap siaga, mengingat potensi cuaca ekstrem serupa bisa terjadi di wilayah NTT jelang akhir tahun.

Pemprov NTT telah mengaktifkan tim respons bencana di seluruh kabupaten/kota,  memetakan titik rawan banjir dan longsor lokal, menyiagakan langkah antisipasi cuaca ekstrem, dan memastikan sistem respons kedaruratan tetap berjalan optimal.

“Kita juga harus waspada, jangan sampai bencana yang sama menimpa kita. Tim tanggap bencana sudah aktif, kita sudah mulai antisipasi, semuanya harus siap,” pungkasnya. (rnc)