Kupang, RakyatNTT.ID – Kondisi Jalan Mesakh Amalo yang dulunya dikenal dengan Jalan Pulau Indah, kini sangat memprihatinkan. Warga Kota Kupang yang melintas di jalan tersebut, merasa tidak nyaman. Sering terjadi kecelakaan lalulintas, lantaran jalan berlubang dan tergenang air.

Musim hujan yang saat ini melanda, kian memperparah badan jalan. Warga di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, sangat merasakan dampaknya. Pasalnya, Jalan Mesakh Amalo selama ini jadi urat nadi kehidupan mereka. Tak heran, mulai dari Ketua RT/003-RW/001, Jimmy Nino, Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chandra, hingga Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawan, mengaku gerah dibuat.

Rusaknya Jalan Mesakh Amalo, diduga diakibatkan aktivitas pengisian air di Depo “Airel”. Truk-truk tangki yang keluar-masuk melakukan pengisian air, selain merusak badan jalan, juga terlihat mengganggu aktivitas pengguna jalan. Menurut para guru di TK “Betlehem” yang posisinya bersebelahan dengan depo pengisian air itu, akibat lalu lalang truk-truk tangki air tersebut, mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan.

Iklan

Mirisnya, pemilik Depo “Airel”, Andre Ang sangat sulit dikonfirmasi wartawan. Beberapa media yang sambangi usahanya, Andre Ang tidak berhasil ditemui. Seorang perempuan bernama Lince yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, si bos sangat sibuk. “Rumahnya di Walikota kalau mau ketemu,” ujarnya.

Parahnya lagi, aparat pemerintah mulai dari RT, lurah dan camat, pernah memanggil Andre Ang untuk membahas keluhan warga terkait usaha depo pengisian air miliknya, namun tidak berhasil. Walikota Kupang, Christian Widodo, ketika dikonfirmasi terkait rusaknya Jalan Mesakh Amalo, terlihat langsung respek.

Dia langsung memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bappelitbangda dan Dinas PUPR Kota Kupang, untuk turun mengecek ke lapangan. “Prinsipnya, semua usaha di wilayah Kota Kupang harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kalau menimbulkan dampak negatif, tentu akan kami evaluasi dan tertibkan,” kata Walikota Christian, belum lama ini.

Sayangnya, hingga hari ini, Senin (8/12/2025), belum satu tim pun turun melakukan pengecekan sesuai perintah walikota Kupang tersebut. Banyak pihak sangat menanti sikap tegas Walikota Kupang, Christian Widodo, terutama para pengguna Jalan Mesakh Amalo yang setiap hari melewati jalan tersebut. (rnc-14)