3. Membantu Mencegah Diabetes

Labu siam juga berpotensi membantu mencegah diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik. Sayuran ini diketahui dapat menurunkan kadar hemoglobin A1c (HbA1c), yang merupakan indikator kontrol gula darah jangka panjang.

Kandungan senyawa flavonoid dalam labu siam dapat memperlambat proses pencernaan serta menunda penyerapan glukosa di saluran cerna, sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

4. Menjaga Kesehatan Hati

Penumpukan lemak berlebih di hati atau perlemakan hati dapat mengganggu fungsi organ tersebut. Sejumlah studi pada hewan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak labu siam berpotensi melindungi hati dari penumpukan lemak.

Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi labu siam secara rutin dapat membantu mencegah atau mendukung pengelolaan penyakit hati berlemak.

Kandungan Nutrisi Labu Siam

Berdasarkan data USDA, dalam 100 gram labu siam yang dimasak dan ditiriskan terkandung:

Protein: 0,82 gram

Karbohidrat: 4,51 gram

Serat: 1,7 gram

Kalsium: 17 miligram

Magnesium: 12 miligram

Fosfor: 18 miligram

Kalium: 125 miligram

Dengan kandungan nutrisi tersebut, labu siam layak menjadi bagian dari menu harian untuk mendukung pola makan sehat dan mencegah berbagai penyakit. (*/rnc)