Jakarta, RakyatNTT.ID Pasar logam dunia sepanjang 2025 menunjukkan pergerakan yang sangat selektif. Dari lebih dari sepuluh komoditas logam utama yang diperdagangkan secara global, hanya lima logam yang mencetak kinerja ekstrem, yakni platinum, perak, emas, litium, dan tembaga.

Data Trading Economics hingga akhir Desember 2025 mencatat platinum melonjak 173% secara tahunan, disusul perak 168%, emas 72%, litium 49%, dan tembaga 46%.

Sementara itu, kinerja logam lain relatif tertinggal. Harga HRC steel hanya naik 27%, sedangkan bijih besi, titanium, silikon, dan baja China cenderung stagnan atau bahkan negatif. Kondisi ini menegaskan bahwa reli logam tahun ini bukan reli menyeluruh, melainkan sangat terfokus.

Platinum Pecah Rekor Sepanjang Sejarah

Platinum menjadi bintang utama dengan harga menembus US$2.450 per troy ounce, level tertinggi sepanjang sejarah. Secara statistik, kenaikan harga platinum bahkan melampaui gabungan kenaikan emas dan perak.

Lonjakan tersebut dipicu oleh defisit pasokan fisik. Afrika Selatan, yang menyuplai lebih dari dua pertiga produksi platinum dunia, kembali dilanda gangguan listrik, logistik, dan operasional tambang.

World Platinum Investment Council (WPIC) memperkirakan defisit mencapai 692.000 ons pada 2025, menandai tahun ketiga berturut-turut pasar berada dalam kondisi kekurangan pasokan.