Inventori platinum global kini hanya setara lima bulan konsumsi dunia, terendah sejak 2020. Di sisi permintaan, pasar otomotif kembali mengamankan platinum untuk catalytic converter, seiring Uni Eropa melonggarkan sikap terhadap larangan mesin pembakaran internal 2035.

Peluncuran kontrak futures platinum di Guangzhou Futures Exchange juga menarik arus spekulasi dan lindung nilai, memperketat pasar yang pasokannya sudah tipis.

Perak Naik Didukung Sentimen Moneter

Perak mencatat reli hampir setara, dengan harga menembus US$76 per ons dan menguat sekitar 158% sepanjang 2025. Katalis utama berasal dari kebijakan moneter global. The Federal Reserve telah memangkas suku bunga beberapa kali, dengan ekspektasi pelonggaran lanjutan pada 2026.

Turunnya imbal hasil riil membuat aset non-yielding seperti perak dan emas semakin menarik. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia–Ukraina dan dinamika politik energi global, turut mendorong arus dana ke aset yang dianggap netral secara politik. Alhasil, pasar perak tahun ini lebih berfungsi sebagai aset lindung nilai ketimbang logam industri semata.

Emas Menguat Secara Struktural

Berbeda dengan perak, emas bergerak lebih terkontrol namun bersifat struktural. Harga bertahan di atas US$4.500 per ons, level yang dalam sejarah biasanya muncul saat sistem moneter global berada di bawah tekanan.