Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., membuka ruang dialog langsung dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat universitas dan fakultas dalam audiensi yang digelar di Aula Rektorat Undana, Jumat (12/12/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) sebagai bagian dari langkah awal kepemimpinan baru yang menempatkan mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama kampus.
Audiensi ini disambut positif oleh mahasiswa karena dinilai mencerminkan komitmen transparansi dan komunikasi terbuka di lingkungan Undana.
Sejumlah isu krusial disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, di antaranya Ketua BLM Universitas Indralius Hili Galli, Ketua BEM Universitas Agnesia Boling Selly, serta Ketua BEM FISIP Viquera D.P. Messakh.
Isu yang mengemuka meliputi transparansi anggaran kemahasiswaan, mekanisme penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT), perbaikan fasilitas program studi, hingga peningkatan kinerja operator akademik di tingkat prodi.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Jefri Bale menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi. Ia memastikan bahwa kegiatan kemahasiswaan tetap memperoleh porsi anggaran yang signifikan, meski diakui postur anggaran Undana masih terbatas.
Rektor juga berjanji akan meminta seluruh Wakil Dekan I agar transparansi anggaran disosialisasikan secara jelas hingga ke tingkat angkatan mahasiswa.
Terkait UKT, Rektor bersama Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menjelaskan bahwa indikator penilaian UKT yang berbasis kondisi ekonomi keluarga akan diperbarui. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai disosialisasikan lebih awal pada tahun depan agar mahasiswa memahami mekanisme penetapannya secara utuh.
Dalam bidang sarana prasarana, Rektor mengakui masih terdapat keterbatasan infrastruktur, seperti ruang kuliah dan laboratorium. Namun, perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Prof. Jefri menyoroti peran strategis operator program studi dalam pelayanan akademik mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM operator akan menjadi agenda serius karena tidak semua prodi memiliki dukungan operator yang memadai.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan Undana di tingkat global, Rektor mengungkapkan tengah mengkaji kebijakan transformatif, di antaranya kewajiban penggunaan Bahasa Inggris dalam presentasi materi perkuliahan serta penerapan kebijakan wajib membaca bagi mahasiswa.
Kedua kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, literasi, dan kualitas lulusan.
Dalam aspek disiplin dan antikorupsi, Rektor menegaskan sikap tegas terhadap dosen yang tidak menjalankan kewajiban mengajar. Sanksi berupa pemotongan uang makan dan remunerasi telah diberlakukan dan akan terus ditegakkan berdasarkan bukti valid.
Ia juga mengimbau keras agar praktik gratifikasi dalam dunia akademik, seperti membawa makanan atau tenunan saat ujian proposal, dihentikan dan akan ditegaskan melalui edaran resmi.
Menutup audiensi, Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa kepemimpinannya terbuka terhadap kritik dan masukan mahasiswa dengan semangat mencari solusi bersama.
Dialog yang berlangsung terbuka dan substantif ini menjadi momentum penting dalam membangun iklim demokrasi kampus yang sehat, sekaligus menandai dimulainya reformasi kebijakan yang berorientasi pada pelayanan prima dan mutu lulusan Universitas Nusa Cendana. (*/rnc)
