Keunikan kompetisi ini terletak pada pelibatan juri anak yang terdiri dari dua perwakilan siswa dari masing-masing sekolah dampingan GenRe. Juri anak berperan menentukan pemenang kategori favorit berdasarkan sudut pandang peserta didik sebagai sasaran utama pembelajaran.

Hasil penilaian menetapkan lima sekolah dasar sebagai penerima penghargaan dalam kategori berbeda. SD Inpres Huilelot meraih kategori Inovasi Terbaik berkat desain pedagogis yang memudahkan siswa memahami konsep bencana.

SD GMIT Nefo memenangkan kategori Kontekstual Terbaik karena berhasil mengintegrasikan risiko lokal pesisir ke dalam materi ajar.

Kategori Visual dan Cerita Terbaik diraih SD Negeri Batuesa atas kreativitas dalam penggunaan narasi dan media pembelajaran. Sementara kategori Inklusif Terbaik, yang menekankan pendekatan ramah gender dan disabilitas (GEDSI), diraih SD Negeri Onitua.

Adapun kategori Pilihan Anak, yang ditentukan langsung oleh para siswa, dimenangkan oleh SD Inpres Sumlili.

Menutup kegiatan, Aurum Titu Eki menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam Program GenRe. Ia berharap Climate Ed-Hackathon dapat terus memacu kreativitas dan meningkatkan kapasitas guru serta sekolah, sehingga pendidikan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Kupang semakin inklusif, adaptif, dan berdaya guna. (*/rnc)