Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia memastikan pemerintah mendukung penuh pengolahan lahan, mulai dari pembukaan kebun, pembajakan, penanaman manual, hingga penyediaan pupuk dan sarana produksi. Bupati menargetkan pola tanam dapat dilakukan tiga kali setahun pada lahan yang bersih dan terkelola baik.
Dalam arahannya kepada Kelompok Tani Taqmalan yang beranggotakan 20 orang, Bupati mendorong pembangunan ekosistem produksi pertanian yang terintegrasi.
“Kita harus punya pabrik pakan sendiri. Tahun 2027, kebutuhan pakan tidak boleh lagi menjadi masalah. Semua harus didukung teknologi dan pembagian tugas yang jelas,” tegas Bupati.
Ia juga meminta Dinas PUPR memastikan pengelolaan air berjalan maksimal di seluruh lahan produktif. Untuk mendukung kelancaran musim tanam, pemerintah akan menertibkan hewan ternak dan menempatkan personel Satpol PP di area lahan.
Selanjutnya, Bupati meninjau pengembangan klaster perbenihan jagung di Desa Bean seluas 10 hektar. Ia menegaskan bahwa selama musim tanam seluruh ternak harus dikandangkan untuk mencegah kerusakan lahan. Bupati juga meminta laporan berkala dari pemerintah desa dan dinas terkait, serta memastikan target tanam Akhir Desember 2025 dapat dicapai.
Di Desa Bean, Bupati melakukan pengecekan langsung terhadap saluran air dan bendungan desa, memastikan debit air mencukupi serta memeriksa kerusakan pada infrastruktur pengairan. Langkah ini bertujuan menjamin keberlanjutan produktivitas pertanian masyarakat.
