Inovasi Bank NTT, termasuk fitur Pay Later, memungkinkan masyarakat membeli produk secara cicilan, sementara NTT Shopping Card memberikan diskon khusus. Strategi ini diharapkan menciptakan sistem ekonomi lokal yang lebih dinamis dan inklusif. Charlie Paulus menambahkan, keberhasilan NTT Mart akan diukur melalui konsep 7P yakni Product, Price, Place, Promotion, P-Channel, Pay Later, dan Performance dengan Bank NTT bertanggung jawab pada kanal pembayaran, promosi, dan layanan Pay Later.

Pemerintah NTT menargetkan 22 gerai fisik NTT Mart beroperasi di seluruh provinsi sebelum akhir Desember 2025, dan ke depan akan dikembangkan di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Bali, dan Sorong. Dengan demikian, produk UMKM NTT tidak hanya tersedia bagi masyarakat lokal, tetapi juga dapat dikenal secara nasional bahkan internasional.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, menyebut NTT Mart Online sebagai transformasi penting agar UMKM naik kelas. “NTT Mart Online memudahkan masyarakat membeli produk UMKM dengan cara aman, mudah, dan terpercaya. Dukungan Bank NTT dalam hal pembiayaan dan promosi akan mempercepat ekosistem ini berkembang,” ungkapnya. (rnc)