Program MBG sendiri baru dua bulan diterapkan di SMA Manda Elu sebagai bagian dari inisiatif pemerintah untuk peningkatan gizi pelajar.

Kapolres Sumba Barat Daya: Kasus Masih Diselidiki

Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, anggota kami sudah turun ke lokasi sekolah dan rumah sakit untuk mengecek korban. Jumlah pasti masih didata karena penyelidikan sedang berlangsung,” ujar Kapolres, Selasa siang (11/11/2025).

Pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya untuk mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa, guna memastikan penyebab pasti keracunan.

Kasus Serupa Pernah Terjadi Sebelumnya

Keracunan akibat Makanan Bergizi Gratis bukan kali pertama terjadi di wilayah ini.

Pada Juli 2025, sebanyak 77 siswa dari SMA dan SMK di Kota Tambolaka juga mengalami keracunan serupa setelah menyantap menu ikan tongkol. Saat itu, hasil pemeriksaan menunjukkan kandungan histamin tinggi akibat penanganan bahan makanan yang tidak tepat.

Pemerintah Didorong Perketat Pengawasan MBG

Kasus berulang ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai standar keamanan pangan dalam program MBG.

Pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan distribusi, penyimpanan, dan kualitas bahan makanan agar insiden serupa tidak kembali terulang. (*/rnc)