Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sebagai bekas aktivis 98 yang ikut serta dalam perjuangan menumbangkan rezim Orde Baru, Melki Laka Lena mengaku banyak hal tentang kepemimpinan Soeharto, baru mereka pahami setelah Presiden ke-2 RI itu lengser.
“Presiden Soekarno menyerahkan tongkat kekuasaan tanpa pertumpahan darah. Begitu pun Pak Harto. Kalau beliau memilih bertahan saat itu, tentu banyak darah mahasiswa tumpah. Jadi sikap kesatria Pak Harto layak kita teladani,” ujar Melki.
Melki Laka Lena menambahkan, banyak jejak karya Soeharto di NTT yang masih bertahan dan bisa dilihat sampai saat ini. Bangunan-bangunan yang dibangun di masanya, rata-rata masih kokoh. Misalnya Stadion Oepoi, Gedung Golkar, Gereja, Masjid, dan bangunan lainnya.
Sebagai pengingat akan karya besar Soeharto, Melki Laka Lena menegaskan, Golkar NTT siap membuat sebuah buku yang merangkum tentang jejak karya Presiden Soeharto di NTT.
“Pak Frans (Frans Sarong, red), Ibu Sek (Libby Sinlaeloe, red) dan teman-teman semua, kita mesti buat buku itu. Mumpung banyak tokoh senior masih hidup. Kita buat buku untuk menjadi pengingat bahwa di tanah ini, Presiden Soeharto sudah buat sesuatu bagi NTT dan itu layak kita teruskan,” ungkap Melki Laka Lena.
Di akhir sambutannya, Melki Laka Lena tak lupa mengucapkan terima kasih serta apresiasi untuk Presiden Prabowo atas kebijakan dan sikap negarawan dalam memberikan gelar Pahlawan Nasional bagi Presiden Soeharto. (rnc)
