Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Tradisi seperti ini penting karena energi pergerakan partai dan bangsa muncul dari kaum muda,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga sumber nilai, semangat, dan identitas bangsa yang perlu dijaga dalam arus modernisasi.
Perhatian terhadap Pohon Lontar dan Sumber Daya Alam Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menyoroti pohon lontar atau pohon tuak yang menjadi simbol kehidupan masyarakat Rote. Menurutnya, tanaman yang berguna dari daun hingga batangnya itu kini mulai sulit dibudidayakan.
“Kondisi ini mengingatkan saya pada nasib minyak kayu putih di Pulau Buru. Kita punya BRIN, dan saya minta Bung Stefano segera bekerja sama dengan universitas agar pohon kehidupan ini bisa dibudidayakan kembali,” kata Hasto.
Rote Ndao, Halaman Depan NKRI
Mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto menegaskan bahwa Rote Ndao adalah halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Wilayah perbatasan tidak boleh lagi dianggap sebagai halaman belakang, tapi harus menjadi halaman depan Republik Indonesia,” tegasnya. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

