Kupang, RakyatNTT.ID Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis teknologi hijau.

Kegiatan yang berfokus pada pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot ini digelar dalam dua sesi pada 28 Oktober dan 12 November 2025 di Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R Bakau Sejahtera, Oesapa Barat.

Tim pelaksana terdiri dari dosen Fernando Saragih, M.Pd., Aditya Pamungkas, S.Tr.Pt., M.Pt., dan Bella Theo Pamungkas, S.Pd., M.Pd. Mereka merancang program ini sebagai solusi ganda yang mengubah timbunan sampah kota menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Inisiatif tersebut didukung melalui dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Black Soldier Fly sebagai Biokonverter Efisien

Dalam program ini, maggot Black Soldier Fly (BSF) digunakan sebagai biokonverter alami yang mampu mendegradasi limbah organik secara cepat dan efisien. Maggot BSF mengubah sampah organik menjadi biomassa kaya protein yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selama dua sesi pelatihan, peserta yang terdiri dari pengelola TPS hingga mahasiswa memperoleh materi komprehensif. Topik yang dipelajari mencakup teknik sortasi sampah organik, manajemen pemeliharaan larva, hingga pengolahan pascapanen.