Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Isu strategis seperti kualitas pelaporan SPM, pengukuran IKD, data bencana, Destana, PRB inklusif, kolaborasi pentahelix—semua membutuhkan kerja kolaboratif,” tegasnya.
Dengan hadirnya narasumber nasional dan pimpinan daerah, ia menilai Rakor ini memberikan ruang bagi harmonisasi kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.
136 Peserta Luring dan 30 Peserta Daring
Rakor Penanggulangan Bencana NTT 2025 dihadiri 136 peserta luring dan 30 peserta daring, terdiri dari BPBD dan Bappeda dari 22 kabupaten/kota, perangkat daerah provinsi, Forum PRB NTT, Unit Layanan Disabilitas BPBD NTT, serta tim SIAP SIAGA.
Deswanto menutup dengan optimisme bahwa NTT dapat menjadi provinsi terdepan dalam ketangguhan bencana melalui koordinasi solid, data lebih baik, kapasitas lebih kuat, dan pelibatan yang semakin inklusif. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

