Kupang, RakyatNTT.ID – Kota Kupang saat ini masuk musim penghujan. Di beberapa titik jalan, terlihat ada genangan air akibat kondisi jalan yang rusak parah. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas (lakalantas). Misalnya di Jalan Pulau Indah dan jalan GOR Flobamora. Mirisnya, kedua jalan ini ramai dilalui pengendara motor maupun mobil.

Beberapa pengendara yang dimintai tanggapannya meminta perhatian pemerintah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov NTT) untuk jalan provinsi (Jalan Pulau Indah), dan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk jalan GOR Flobamora. “Ini jalan su sama deng lompor. Parah.., parah. Tolong tulis do, walikota tertibkan usaha pengisian air Depo ‘Airel’. Dong yang ontong, masyarakat yang rugi. Coba liat badan Jalan Pulau Indah, rusak parah dan balobang. Kalo orang son liat, bisa jatoh. Atau mau pilih jalan bagus tapi bisa tabrakan. Karmana ni pak wali, ambil tindakan do,” ujar Lukas Ndun dengan logat Kupang, Jumat (21/11/2025).

Hal senada dikatakan Mas Wahyu, pedagang “Salome”. Dia mengaku heran karena Jalan Pulau Indah hampir tiap tahun selalu diperbaik, tapi sering rusak. “Saya selalu lewat sini mas, karena mau jualan di Oesapa. Jalannya rusak karena ada pengisian air. Dan akan selalu rusak kalo pengisian air ada di situ,” tandasnya sambil menunjuk ke Depo “Airel”. Sayangnya, pihak pengelola Depo “Airel” yang hendak dikonfirmasi, tidak berada di tempat. “Bos son ada. Kalu lihat ada mobil merah, nah itu bos ada,” ujar seorang sopir truk tangki.

Iklan

Sekedar tahu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo telah menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas usaha air minum yang diduga menjadi penyebab kerusakan jalan di RT 003/RW 001, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Bahkan, walikota memastikan tiga instansi terkait Satpol PP, Dinas PUPR, dan Bappelitbangda, akan segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi depo tersebut.

“Saya akan perintahkan Pol PP, Dinas PUPR dan Bappelitbangda Kota Kupang untuk turun ke lokasi melihat dan cek langsung kondisi yang sebenarnya,” ujar Wali Kota saat dihubungi wartawan, Rabu, 19 November 2025. Christian Widodo menyatakan, Pemerintah Kota Kupang memberi perhatian serius karena aktivitas usaha tersebut telah menimbulkan keresahan warga dan kerusakan pada fasilitas umum, khususnya badan jalan yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut air. (rnc)