Model yang mereka rancang menekankan kolaborasi empat pilar — peternak sebagai pelaksana, inseminator sebagai penerap teknologi, penyuluh dan tenaga teknis sebagai penghubung inovasi, serta pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan dan penyedia infrastruktur pendukung.

Tantangan Waktu dan Semangat Kolaborasi

Keberhasilan ini semakin berkesan karena dicapai di tengah tantangan waktu yang padat.

Menurut Ayu Melati Tulle, proses penyusunan karya dilakukan hanya dalam tiga minggu, bertepatan dengan masa Ujian Tengah Semester (UTS).

Iklan

“Kami sering berpindah tempat diskusi agar tidak mengganggu perkuliahan. Kadang di ruang dosen, kadang di luar. Tapi semangat tim tidak pernah padam,” ungkap Ayu.

Peran Dosen Pembimbing dan Dukungan Akademik

Keberhasilan tim mahasiswa Peternakan Undana ini tak lepas dari bimbingan dosen pendamping Ronny Markus Jami Riwu, S.Pt., M.Si.

Ia tidak hanya memberikan arahan teknis dalam penyusunan karya, tetapi juga membangun mental juara dalam diri mahasiswa.

“Saya ingin mahasiswa percaya bahwa kuliah di Peternakan itu punya peluang besar. Mereka bisa berprestasi, berkarya, dan membuktikan diri,” tegas Markus Jami Riwu.

Kontribusi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Capaian ini menjadi bukti bahwa gagasan yang berakar dari potensi lokal dapat bersaing di panggung nasional.