Petaka kembali menghampiri BTA di menit ke-72. Wasit mengusir bek BTA Bruno Halek karena sudah dua kali melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persewa. Bermain dengan 10 pemain dalam posisi sedang tertinggal membuat BTA kian kesulitan.

Sebaliknya, Persewa memanfaatkan situasi tersebut dengan menumpuk pemain di lini tengah untuk menguasai permainan. Untuk mempertajam lini serang, pada menit ke-74 Head Coach BTA, Lodovikus Loi Mau, menarik keluar Andre da Cruz dan memasukkan Glens Bili.

Sayangnya, Glens belum sempat menyentuh bola, Persewa justru kembali menambah gol di menit ke-75. Gol ketiga itu bermula dari situasi tendangan pojok. Bola yang jatuh di kaki Dion Umbu Lenda langsung dieksekusi ke gawang BTA tanpa hambatan. Laskar Sandelwood menjauh 3-1.

Di sisa Waktu 20 menit, BTA terus berupaya mencuri gol. Namun serangan demi serangan selalu gagal. Sebaliknya, unggul jumlah pemain membuat Persewa tampil dominan. Di akhir-akhir pertandingan, Persewa menumpuk pemain di lini pertahanan membuat BTA kian kesulitan mencari celah untuk mencetak gol. Hingga peluit Panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan BTA gagal mengubah skor.

Langkah BTA Kian Berat

Dua pertandingan sudah dilakoni BTA dengan hasil sekali imbang saat melawan PS Malaka dan kalah dari Persewa. BTA pun baru mengoleksi satu poin dan berada di dasar klasemen sementara Grup F. Laga terakhir menjadi laga hidup mati BTA untuk bisa lolos ke babak 16 besar. (rnc)