Ia menilai warisan budaya Pasifik merupakan aset tak ternilai yang memperkuat identitas dan peluang ekonomi berkelanjutan bagi negara-negara di kawasan ini.

Delegasi dari Papua Nugini dan Kaledonia Baru juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan inovasi modern untuk menghadapi tantangan global, terutama perubahan iklim.

Budaya sebagai Pilar Ketahanan dan Kesejahteraan

Forum ini menghasilkan dokumen IPACS 2025 Joint Statement: A Shared Cultural Vision for Sustainable and Resilient Pacific, sebagai kompas bersama negara-negara Pasifik untuk memperkuat diplomasi budaya, pelestarian lingkungan, dan ketahanan komunitas.

Iklan

Menteri Kebudayaan RI menutup sidang dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan mendorong diplomasi budaya sebagai motor pembangunan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik. “Dengan kolaborasi, kita bisa menjadikan budaya bukan hanya warisan, tapi juga solusi,” pungkas Fadli Zon. (rnc)