Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Penelitian ini merupakan kolaborasi BRIN, Undip, Universitas Tribuana Kalabahi, Universitas Sriwijaya, Konservasi Indonesia, serta mitra internasional dari University of Maryland, Tohoku University, University of Tsukuba, dan Srinakharinwirot University Thailand, dengan dukungan DKP Kabupaten Alor dan DKP Provinsi NTT.
“Kami meneliti hubungan antara dinamika oseanografi ekstrem dan respons biologis lumba-lumba di Alor,” jelas Sahri.
Para ilmuwan berharap temuan ini menjadi dasar pengelolaan sumber daya laut dan pengembangan ekowisata berkelanjutan di NTT.
“Fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya laut Indonesia — indah tapi penuh misteri yang masih perlu diungkap,” pungkasnya. (*/rnc)
