Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Direksi baru harus berani menjaga jarak yang profesional dari kepentingan partisan. Bank NTT bukan entitas kampanye dan bukan alat negosiasi kekuasaan. Setiap keputusan kredit, penempatan jabatan, hingga ekspansi bisnis harus didasari prinsip prudensial sesuai regulasi, bukan permintaan kelompok tertentu.
Publik tentu memahami bahwa pemerintah daerah adalah pemegang saham utama. Tetapi pemerintah sebagai pemegang saham tidak boleh mencampuri fungsi profesional yang seharusnya dijalankan oleh manajemen. Di sinilah integritas direksi diuji, mampu atau tidak menempatkan Bank NTT sebagai lembaga bisnis yang independen dan profesional.
Prestasi yang Harus Diakui, Modal untuk Melangkah
Di balik berbagai kritik, Bank NTT juga memiliki catatan prestasi yang patut diapresiasi. Bank ini telah memainkan peran penting dalam melayani masyarakat di seluruh pelosok NTT, termasuk menyediakan akses perbankan di daerah-daerah terpencil yang tidak tersentuh bank nasional.
Selain itu, upaya transformasi digital mulai menunjukkan hasil; layanan mobile banking, optimalisasi transaksi digital, hingga keterlibatan dalam digitalisasi keuangan daerah merupakan langkah positif yang harus dilanjutkan.
Kontribusi terhadap pembiayaan UMKM juga menjadi modal penting bagi Bank NTT dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Prestasi-prestasi ini harus dirawat dan ditingkatkan, bukan sekadar dijadikan narasi pencitraan.
Harapan Baru untuk Bank NTT
Harapan publik terhadap Bank NTT sederhana, namun fundamental, yakni menjadi bank yang benar-benar bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Dalam konteks itu, beberapa harapan utama untuk direksi baru patut digarisbawahi, yakni:
- Memperkuat tata kelola dan akuntabilitas, sehingga setiap keputusan memiliki jejak transparan
- Memodernisasi layanan perbankan digital agar tidak tertinggal dari inovasi global
- Meningkatkan kualitas SDM secara masif melalui pelatihan, sertifikasi, dan budaya meritokrasi
- Fokus pada pembiayaan produktif, khususnya UMKM, yang menjadi tulang punggung ekonomi NTT
- Menghilangkan intervensi politik, memastikan Bank NTT menjadi lembaga profesional, bukan “perpanjangan tangan kekuasaan”
Bank NTT memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Tetapi potensi itu hanya bisa diwujudkan jika direksi baru mampu memimpin dengan ketegasan moral, ketajaman strategi, dan keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu populer.
Transformasi Tidak Terjadi karena Keinginan, tetapi karena Keberanian
Bank NTT sedang berada di persimpangan jalan. Direksi baru memiliki kesempatan emas untuk menegakkan kembali fondasi bank daerah ini dan memastikan bahwa setiap langkah ke depan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
