Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID — Seorang wartawan diduga mengalami penganiayaan oleh oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ketika meliput kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan tindakan kekerasan tersebut.
“Saya belum dapat laporan resmi. Tapi kami meminta maaf kalau petugas kami melakukan itu. Kami tetap klarifikasi kejadian yang sebenarnya,” kata Dadan seusai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Dadan mengecam keras dugaan kekerasan itu. Ia menegaskan, apa pun alasannya, kekerasan bukanlah jalan keluar.
Lebih lanjut, Dadan menuturkan wartawan sebenarnya tidak sulit untuk meliput aktivitas SPPG di berbagai wilayah. Namun, ia menyarankan agar ada pemberitahuan terlebih dahulu, mengingat dapur SPPG harus menjaga aspek higienis.
“Kalau tiba-tiba masuk meliput tanpa APD, itu menyalahi prosedur. Kalau menyampaikan izin lebih dulu, pasti kami persilakan untuk meliput,” jelasnya.
Sebelumnya, 20 siswa SDN di Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG. Saat meliput kasus tersebut, seorang wartawan justru diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum petugas SPPG.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

