Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kita mesti bersyukur karena melalui isu disabilitas, kita diajak melihat dengan mata Kristus. Dalam setiap keterbatasan, sesungguhnya ada karya Kristus yang sedang dinyatakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa GMIT menjadi sinode pertama di Indonesia yang menjalankan pelayanan disabilitas secara terstruktur hingga ke tingkat klasis.
“Gereja mesti memberi ruang dan keberpihakan nyata, termasuk anggaran bagi saudara-saudara disabilitas, karena mereka diciptakan dengan martabat yang sama di hadapan Tuhan,” tegasnya.
Bupati Kupang: Tugas Pemerintah dan Gereja Menjadi Penolong
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kupang Yosef Lede turut menyampaikan apresiasi kepada GMIT dan Pemkot Kupang atas inisiatif menghadirkan kegiatan yang meneguhkan nilai kesetaraan.
“Tugas kita yang sempurna adalah menjadi penolong bagi yang tidak sempurna. Semua punya bagian dan tanggung jawab sesuai perannya agar keadilan dan kesetaraan benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan hasil workshop dan komitmen inklusif ini diwujudkan melalui kebijakan nyata yang berpihak pada penyandang disabilitas.
“Kepala daerah harus punya visi yang sama tentang bagaimana membangun masyarakat yang setara dan inklusif,” tutupnya. (*/pkp/rnc)
