Bahkan, Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc. dan Kepala LP2M Dr. Herry Z. Kotta, ST., MT. turut hadir meninjau langsung kegiatan di lapangan.

“Ini bukan KKN biasa. Kami ingin mahasiswa belajar dari realitas sosial sekaligus membawa perubahan nyata di masyarakat,” tegas Prof. Dr. Ir. D. Roy Nendissa, M.P., C.R.A.

Menuju Model Replikasi Nasional dan HKI

Model Sekolah Mandiri Pangan Undana saat ini sedang dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan diusulkan menjadi model replikasi nasional untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Iklan

Konsep ini merupakan hasil rancang bangun Prof. Dr. Ince Picauly, M.Si., Guru Besar Gizi Masyarakat Undana, yang menekankan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal.

“Dari pekarangan kecil, lahirlah perubahan besar. Inilah bentuk nyata investasi masa depan untuk generasi bebas stunting,” ujar Prof. Nendissa.

Dampak Nyata di Desa Oinlasi

Kini, Desa Oinlasi mulai menunjukkan perubahan positif. Kebun Gizi sekolah tumbuh subur, konsumsi pangan lokal meningkat, dan masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber gizi keluarga.

Program ini juga berhasil menumbuhkan semangat gotong royong, di mana orang tua siswa ikut serta menanam dan merawat kebun bersama.