Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kondisi gizi buruk di Oinlasi diperparah oleh rendahnya literasi gizi dan kurangnya pemanfaatan pekarangan. Karena itu, kami mencoba model integratif yang melibatkan semua unsur sekolah dan masyarakat,” jelas Dr. Mariana.
Inovasi Edukasi Gizi Lewat Pengeras Suara Sekolah
Salah satu inovasi menarik dalam program ini adalah edukasi gizi melalui pengeras suara (toa) di area sekolah.
Setiap hari, informasi tentang makanan bergizi dan pentingnya konsumsi sayur serta protein hewani diputar tiga kali sehari — sebelum jam masuk, saat istirahat, dan menjelang pulang sekolah.
“Kami juga memutar lagu-lagu edukatif agar anak-anak belajar gizi dengan cara yang menyenangkan,” ujar Dr. Mariana.
Selain itu, tim membangun Kebun Gizi aktif di pekarangan SD Negeri Oiklani yang ditanami bayam, kangkung, sawi, dan dilengkapi kolam ikan lele sebagai sumber protein.
Hasil monitoring menunjukkan peningkatan konsumsi sayur dan ikan di kalangan siswa serta meningkatnya literasi gizi keluarga di desa tersebut.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Kemandirian Pangan
Program ini berjalan berkat kolaborasi antara Undana, Pemerintah Desa Oinlasi, SD Negeri Oiklani, serta dukungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan TTS.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

