Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Salah satu inovasi terbesarnya adalah platform AI bernama Centaur, yang pada Mei lalu berhasil mengambil alih kendali jet tempur Saab Gripen E dalam uji coba di atas Laut Baltik.
Dalam simulasi, AI Centaur dapat membuat hingga sepuluh keputusan per detik, menghemat bahan bakar, serta mengalahkan pilot manusia dalam duel udara digital.
Dalam satu latihan, sistem AI tersebut bahkan menjatuhkan dua jet yang diterbangkan pilot manusia hanya dalam hitungan menit.
Langkah Strategis ke Jet dan Kapal tanpa Awak
Setelah mengakuisisi produsen pesawat Grob Aircraft, Helsing kini mengembangkan jet tempur tanpa awak CA-1 Europa sepanjang 11 meter, yang ditargetkan siap beroperasi dalam empat tahun.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan drone serang dan kapal selam mini berbasis AI sebagai bagian dari ekosistem alutsista otonom.
Perang Ukraina jadi Laboratorium Inovasi Militer
Konflik di Ukraina telah mempercepat eksperimen drone dan sistem pertahanan AI. Sekitar 80 persen target di medan perang kini dihancurkan oleh drone, sebagian besar dibuat dari bahan sederhana seperti kayu lapis dan busa — tetapi mampu membawa muatan mematikan.
Fenomena ini mendorong banyak startup pertahanan di Eropa dan Amerika mengembangkan kapal tak berawak, rudal pintar, dan drone interceptor dengan siklus pengembangan jauh lebih cepat dari sistem pengadaan tradisional yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Masa Depan Pertahanan: Dari Mesin ke Algoritma
Meski peluang terbuka lebar, memasuki pasar pertahanan bukan hal mudah. Proses birokrasi dan uji keamanan masih menjadi hambatan besar bagi startup baru.
