* Robert Kadang (jurnalis disway.ID Jakarta dan RakyatNTT.ID)
“Sitammu Mali’ ala Toraja. Mungkin kalo di komunitas Bugis, namanya Tudang Sipulung. Duduk bersama lalu membahas berbagai hal. Sesuatu yang mulai jarang ditemukan. Dinamika dalam kehidupan masyarakat Toraja, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau, merupakan hal menarik untuk dibicarakan. Pada prinsipnya, ide atau gagasan yang lahir dari ajang sitammu mali’ bisa jadi arah kemana organisasi Sangtorayan akan dibawa, pun hal lain bisa direkomendasikan bagi pemerintahan “duo Toraya”. kurre 🙏 (*)