Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), VanEck membeli 50,45 juta saham BRMS pada 30 September 2025 dengan harga rata-rata Rp838,18 per saham. Transaksi ini meningkatkan kepemilikan mereka dari 4,998% menjadi 5,033%, melampaui ambang pelaporan kepemilikan 5%.
Masuknya BRMS ke Indeks Global VanEck Gold Miners ETF (GDX)
Langkah BRMS masuk ke daftar konstituen VanEck Gold Miners ETF (GDX) menjadi tonggak penting yang memperluas eksposur global perusahaan.
Menurut riset Sucor Sekuritas (15 September 2025), keanggotaan ini akan meningkatkan likuiditas, visibilitas, dan akses BRMS ke investor internasional.
Sebagai informasi, VanEck GDX merupakan reksa dana indeks global yang berinvestasi pada saham-saham tambang emas besar di dunia. Awalnya, GDX mereplikasi NYSE Arca Gold Miners Index (GDMNTR), sebelum beralih ke MarketVector Global Gold Miners Index (MVGDXTR) mulai September 2025.
Sementara itu, GDXJ (VanEck Junior Gold Miners ETF) fokus pada perusahaan tambang emas menengah dan kecil yang cenderung lebih volatil, namun berpotensi memberikan pertumbuhan lebih tinggi.
Indeks MVGDXTR menjadi acuan utama bagi GDX dengan metode total return, termasuk dividen, yang mencerminkan kinerja riil perusahaan tambang emas global.
Prospek Cerah ke Depan
Dengan tren harga emas dunia yang terus menanjak dan meningkatnya minat investor asing, prospek saham BRMS masih positif hingga akhir 2025.
Pengamat menilai, kombinasi fundamental kuat, eksposur global, dan momentum sektor tambang bisa menjadi katalis lanjutan untuk mendorong kinerja saham ini lebih tinggi. (*/rnc)
