Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), zat ini dapat memicu muntah, nyeri perut, gagal ginjal akut, hingga kematian.

Hasil uji laboratorium di Tamil Nadu dan Madhya Pradesh menunjukkan kadar DEG masing-masing mencapai 48,6% dan 46,28%, jauh di atas batas aman 0,1% yang ditetapkan pemerintah India dan WHO.

Dokter dan Produsen jadi Tersangka

Pihak kepolisian telah menahan seorang dokter bernama Praveen Soni, yang meresepkan sirup tersebut kepada sebagian besar korban.

Selain itu, Sresan Pharma, produsen Coldrif Syrup, juga ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

Kementerian Kesehatan India menyatakan telah merekomendasikan pencabutan izin produksi Sresan Pharma, sementara sejumlah negara bagian sudah melarang peredaran Coldrif Syrup yang selama ini hanya dijual di pasar domestik India.

Citra Industri Farmasi India Kembali Tercoreng

India merupakan produsen obat terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume, dengan nilai industri mencapai US$50 miliar (sekitar Rp800 triliun).

Negara ini memasok sekitar 40% obat generik di AS, 25% di Inggris, dan lebih dari 90% obat di berbagai negara Afrika.

Namun, tragedi kali ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan obat di India, menyusul kasus serupa di Gambia, Uzbekistan, dan Kamerun sejak 2022, yang menyebabkan lebih dari 140 anak meninggal dunia akibat sirup batuk asal India.