Maksi juga menjelaskan, fasilitas Pasar Alak sudah lengkap, mulai dari bangunan kios, lapak swadaya, air bersih, hingga toilet umum. Saat ini, penyelesaian tahap akhir pekerjaan fisik tengah dilakukan, dan Pasar Alak dijadwalkan beroperasi pada akhir Oktober hingga awal November 2025.

“Semoga di akhir Oktober Pasar Alak sudah bisa dilaunching dan beroperasi penuh,” tambahnya optimistis.

BRI Sediakan KUR untuk Dukung Modal Usaha Pedagang

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang BRI Tenau, Reynald Valentino Laning, memberikan penjelasan terkait kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon pedagang.

Menurutnya, BRI menyediakan pembiayaan modal hingga dua kali kredit, dengan syarat pelaku usaha sudah memiliki bisnis aktif minimal enam bulan.

KUR diberikan bagi pelaku usaha yang sudah berjalan, agar kami dari pihak bank bisa menghitung kemampuan pendapatan dan kelayakan kredit,” jelas Reynald.

Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam membayar cicilan.
“Kalau sudah ada tunggakan satu bulan, sistem kami otomatis menandai dengan lampu kuning. Jadi KUR harus benar-benar dijaga agar bisa berkelanjutan,” pesannya.

BPJS Ketenagakerjaan Tawarkan Perlindungan bagi Pedagang

Sementara itu, Maryo Paulus Dedi, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan NTT, memaparkan manfaat perlindungan sosial bagi para pedagang pasar yang ingin menjadi peserta.