Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, AI ideal yang bisa menciptakan penemuan orisinal harus memiliki kemampuan berpikir kontradiktif dan intuitif, dua karakter yang sejauh ini belum bisa dimodelkan secara algoritmik.
“Model AI tidak memiliki rasa penasaran atau dorongan untuk membuktikan sesuatu yang berbeda. Itulah yang membuat ilmuwan sejati unik,” ujarnya.
Dengan demikian, Wolf percaya bahwa AI masa kini lebih cocok untuk mempercepat eksperimen, bukan menggantikan proses berpikir manusia yang menghasilkan penemuan revolusioner.
Potensi Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Sains
Meski bersikap skeptis, Wolf tetap optimistis terhadap masa depan AI jika digunakan dengan cara yang tepat.
Ia melihat potensi besar dari kolaborasi antara manusia dan AI, di mana AI menjadi alat analisis dan eksplorasi ide, sementara manusia tetap menjadi sumber intuisi dan kreativitas ilmiah. (*/rnc)
