Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Dapil 1 (Kota Kupang) melaksanakan reses di RW 12 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (18/10/2025). Tepatnya di kediaman Ketua RT 010, Daud Ndolu. Warga yang hadir berasal dari tiga RT, yakni RT 005, RT 010, dan RT 036.

Pada reses kali ini, Mohammad Ansor mendapat banyak aspirasi dari warga. Salah satu adalah permintaan kepada Pemprov NTT untuk membangun SMA Negeri.

Aspirasi yang disampaikan Simin Sede selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Liliba, sangat beralasan. Akibat tidak adanya SMA Negeri yang terdekat, banyak anak dari warga Liliba dan kelurahan sekitar, terpaksa mengakses sekolah negeri yang letaknya cukup jauh. Misalnya SMAN 2 Kupang, SMAN 3 Kupang, SMAN 4 Kupang dan SMAN 5 Kupang.

“Di sini ada salah satu kendala sangat besar yang dihadapi masyarakat yakni ketiadaan SMA Negeri,” ujar Simin Sede.

Menurut Simin Sede, ada tanah milik Pemda (Pemprov NTT) yang terletak di sekitar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata. Dengan demikian, tanah ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membangun SMA Negeri.

“Kami minta tolong Pak Ansor agar di Liliba dan Naimata ini, ada satu SMA Negeri sehingga anak-anak kami tidak tercecer,” ungkap Simin Sede.

Merespon aspirasi warga, Mohammad Ansor menyebut bahwa di Kota Kupang ada 12 SMA Negeri yang tersebar di lima kecamatan. Satu-satunya kecamatan yang tidak ada SMA Negeri yakni Kota Raja. Dan dalam waktu akan dibangun SMAN 13 Kota Kupang di kecamatan tersebut.

Menurut politisi Partai Golkar itu, permintaan warga Liliba soal kehadiran SMA Negeri, sangatlah urgen dan layak untuk ditindaklanjuti pemerintah.

“Ini masukan dan aspirasi terbaik karena ada perhatian besar dari warga soal pendidikan. Pak Simin dan ibu bapak di sini, tolong ingatkan saya terus. Semoga kelak ada satu SMA Negeri di sini sehingga Kota Kupang ada 14 SMA Negeri,” ungkap Mohammad Ansor.

Saat diwawancara terkait hal ini, Mohammad Ansor mengaku akan menyampaikan hal ini kepada Gubernur NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, serta Badan Aset.

“Saya akan sampaikan hal ini kepada pihak pemerintah dalam hal ini Gubernur, Dinas Pendidikan dan Badan Aset. Ini harus dikaji untuk memastikan bahwa soal lahan dan anggaran. Jika lahan sudah siap, kondisi keuangan juga memungkinkan, maka harapan masyarakat ini bisa dieksekusi,” pungkas Mohammad Ansor.

Selain kehadiran SMA Negeri, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Mohammad Ansor. Antara lain soal BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta urusan-urusan kesejahteraan sosial seperti bansos, pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dan lain-lain. (rnc)